Wednesday, November 28, 2012

Switch & Self Switch

Beberapa waktu yang lalu, saya di-request oleh salah seorang member di RMID untuk bikin penjelasan tentang Switch dan Self Switch.

Definisi
Dari namanya, kita bisa mengartikan switch sebagai sebuah saklar. Bisa dimatikan dan dihidupkan. Sama halnya seperti saklar di dunia nyata, switch adalah sebuah control yang dapat dihidup-matikan dan digunakan untuk mengendalikan jalannya suatu proses

Kamu dapat mengakses Control Switches dan Control Self Switches pada tab pertama di Event Commands. 

Perbedaan Switch dan Self Switch
Salah satu perbedaan paling mencolok antara switch dan self switch terletak pada cakupannya.

Switch memiliki cakupan yang sangat luas. Switch dapat diakses oleh event apapun ataupun common event. Switch juga dapat mengendalikan proses yang lebih luas lagi seperti jalannya script, pembuatan minigame, dsb.

Self Switch memiliki cakupan hanya pada event itu sendiri. Setiap event memiliki self-switch masing-masing. Ini juga menjadi perbedaan antara switch dan self switch. Switch bersifat universal dimana nilai suatu switch untuk semua event akan sama dan dapat diakses oleh event lain, sedangkan self switch bisa berbeda-beda dan hanya dapat diakses oleh event itu sendiri. Self Switch A event dengan ID 01 akan berbeda dengan Self Switch A event dengan ID 02.

Perbedaan lainnya adalah secara default, self switch hanya ada 4 yaitu : A, B, C & D. Sedangkan switch bisa sampai 5000.

Penggunaan
Hal yang paling sering ditanyakan adalah : "Kalau begitu, apa perbedaan dalam penggunaan switch dan self switch? Apa yang harus saya pakai? Switch atau self switch."

Sebenarnya, hal ini tidak bisa dibilang 100% ada jawabannya karena ini semua tergantung dari proses yang akan dikendalikan.

Menurut saya, switch dipakai jika proses yang ingin dikendalikan berada di event lain atau berbeda tempat seperti di Common Event, script, dll. Sedangkan self switch dipakai jika proses yang ingin dikendalikan masih berada di dalam lingkup diri event tersebut.

0 comments: